Navigation | Taufan

March 26, 2010

Mau Lurus saja Susah

Bingung mau nulis apa malam ini. Maklum seharian ini banyak banget kegiatan. Mulai meeting sama client yang tempatnya jauhnya naudzubillah. Apalagi meetingnya lama banget, sampai setengah hari sendiri. Untung berjalan lancar nggak ada kendala berarti.

Nyampe kantor lagi, dilanjut training ngisi SPT. Kesimpulannya cuma satu setelah ngikuti training tadi. Ribet!

Nggak tahu kenapa bahasa keuangan buat aku bikin pusing kepala, mulai yang terutang, final, perseorangan, badan, tertagih dan teman-temannya.

Yang ngasih training malah ngajarin hal yang aneh. Kalau bayar zakat di Bazis yang terdaftar kan bisa ngurangin pajak nih. Kata dia mending nggak usah diisi. Karena kalau diisi, ntar malah urusannya panjang, dan kita yang seharusnya dapat pengurangan pajak, ujung-ujungnya malah bisa mengeluarkan lebih banyak lagi. Nah lho …

Belum lagi masalah harta yang dipunyai. Melihat penjelasannya … mending dikosongin aja deh kalau begitu.

Kalau dipikir-pikir mau lurus kok malah susah ya ….
Belum lagi sempet keluar pikiran kayak gini, Ini apa bedanya antara Pemerintah sama Preman ya? Kita yang ngapa-ngapain, dia yang narik pajak. Habis itu dikorupsi …. naah….

Kalau sudah gitu mending saya bayar zakat dari pada bayar pajak.

Filed by taufan at March 26th, 2010 under Tak Berkategori
No comments on this post yet

March 23, 2010

Mencari Keseimbangan

Manusia memang pada dasarnya tidak pernah puas dengan keadaaan. Maksudnya begini.

Kalau kemarin saya seharian meeting diluar kantor melulu yang bikin letih fisik dan mental, berkebalikan hari ini. Karena seharian melulu di depan komputer. Mulai dari pagi hingga mau pulang.

Memang sih diseling makan siang sama ngopi pas sore. Tetapi tetap saja karena seharian berada disatu tempat yang sama, lama-lama bikin bosen juga.

Paling enak memang kombinasi antara kegiatan di luar kantor seimbang dengan kegiatan di dalam kantor. Cuma memang jaman sekarang sulit mencari pekerjaan yang ideal.

Jadi yang ada dijalanin dulu aja….

Filed by taufan at March 23rd, 2010 under Tak Berkategori
No comments on this post yet

Kopi dan Garam

Pagi ini saat minum kopi, membuat saya tersadar ternyata kemarin seharian nggak kena air kopi. Biasanya setiap pagi, saat sarapan saya minum kopi, terus sampai kantor biar seger lagi karena habis naik bis 2 jam saya minum lagi.

Terus siang habis makan siang, lagi, terkadang sore pas sore, kalau nggak ya malam pas mau tidur. Jangan kaget ya kalau mau tidur kok saya malah ngopi.

Buat saya ndak ngaruh, karena kalau sudah malam, yang namanya ngantuk sudah nggak bisa dilawan dengan kopi. Ngabis ngopi ya tidur aja.

Kecuali nih, pada saat ngopi, kopinya dikasih garam sedikit aja. Itu dijamin bikin nggak bisa tidur. Pernah sih ngasih garamnya kebanyakan, lebih dari semalaman nggak bisa tidur. Eh begitu efeknya sudah habis, langsung deh tepar….

Filed by taufan at March 23rd, 2010 under Tak Berkategori
No comments on this post yet

March 22, 2010

Jangan Pernah Meeting di Senin Pagi

Meeting untuk presentasi memang sudah menjadi bagian pekerjaan yang nggak bisa dilepaskan. Tapi kalau dalam satu hari sampai presentasi 2 kali dan sekali meeting presentasi bisa 1-2 jam, bikin teler juga ya. Padahal kalau habis presentasi satu kali saja terkadang sudah pengen nggak ngapa-ngapain lagi, pengennnya pulang, nggak ngantor lagi, walaupun prakteknya sulit. Apalagi ini, sehari dua kali.

Dan kesalahan hari ini, selain bikin presentasi sampai dua kali adalah, bikin meeting di hari senin jam 10. Huh… biasanya saya paling nggak mau ada meeting presentasi di hari itu jam segitu. Bukan apa-apa, senin pagi selain bawaannya males, dan yang paling parah adalah macetnya yang nggak ketulungan. Semua angkutan umum kayaknya penuh orang, terus jalanan yang katanya bebas hambatan, jadi penuh hambatan.

Jadi pelajaran hari ini adalah Jangan Pernah Bikin Janji Meeting di Hari Senin Pagi. Ok?

Semoga bisa :)

Filed by taufan at March 22nd, 2010 under Tak Berkategori
No comments on this post yet

March 16, 2010

Sulit Mendapatkan Yang Terbaik

Dalam proses penerimaan pegawai baru, salah satu tahap yang harus dilalui yakni interview. Di proses ini Interviewer berharap dapat menggali lebih banyak tentang calon karyawan. Dan sebenarnya calon karyawan pun mempunyai kesempatan yang sama pada moment tersebut untuk menggali lebih jauh mengenai perusahaan, jenis pekerjaan yang tersedia, dan sebagainya.

Cuma pada kenyataannya, tidak semudah yang dibayangkan semula. Tidak mudah disini dalam arti, jika kita ukur dari hasil setelah orang tersebut diterima. Mungkin pilihan terhadap si A sudah tepat, dan setelah melakukan pekerjaan sesuai yang kita harapkan. Masalahnya adalah bagaimana ternyata melenceng  dari perkiraan awal? Mungkinkah?

Kenapa tidak? Bisa jadi pada saat inteview, kandidat begitu mempesona. Cara dia berbicara dan kemudian mengungkapkan pendapat begitu baik. Pemikirannya pun terlihat cemerlang. Tetapi ternyata begitu dia diterima, dan mulai bekerja, mulailah karakter aslinya terlihat.

Lha kok bisa ya, berkebalikan jauh dibandingkan pada saat interview? Ingat, pada jaman sekarang, begitu banyak informasi mengenai cara-cara menghadapi wawancara kerja. Pertanyaan apa yang bakal keluar, dan bagaimana harus menjawabnya. Bagaimana menyusun kalimat jawaban yang baik, semua ilmu itu sekarang lebih mudah didapatkan dibandingkan pada satu atau dua dekade lalu. Belum jika sang kandidat memang pandai sekali memainkan peran alias akting. Bisa benar-benar tertipu deh si interviewer.

Dan sejujurnya memang sulit menentukan apakah kandidat ini memang layak untuk diterima atau nggak melalui proses interview. Bener-bener sulit. Kecuali memang si kandidat ini extraordinary.

Filed by taufan at March 16th, 2010 under Tak Berkategori
No comments on this post yet

July 25, 2009

nulis apa ya?

pengin nulis sesuatu tapi bingung nulis apa. Sudah seharian buka-buka internet, cek email, facebookan. Dua itu sih sekarang yang paling mendominasi kalo lagi internetan.

Habis mau apa lagi?

Baca berita bikin perut mual. Bagaimana nggak mual, isinya semua booom melulu. Bukan bomnya yang nyebelin, tapi karena semua media arusnya sama, bahwa bom itu bom bunuh diri, dilakukan oleh Jamaah Islamiyah, Mastermind nya Noording M Top de el el…

Kenapa tidak ada yang berani melawan arus? Takut?

Bisa jadi … Karena kalau tidak takut, pasti media akan melawan arus. Sedangkan sekarang ini terlihat seragam semua.

Dimana independensi dan idealisme jurnalis?

Islam lagi Islam lagi yang di pojokkan.

Emang Islam mendapatkan apa dari pemboman di Hotel? tersebut?
Keuntungan apa yang didapatkan umat Islam dari peristiwa tersebut? Adakah?

Filed by taufan at July 25th, 2009 under Tak Berkategori
1 person have commented this post

June 27, 2009

Kembali Ke Blog

Blog itu Trend Sesaat? Dulu banyak pihak bilang itu cuma bualan si “pakar”. Tapi kalau melihat sekarang kok gejalanya mengarah kesitu alias benar-benar cuma trend sesaat ya?

Sekitar 5 tahunan ini blog mulai tumbuh bak jamur di musim hujan. Setiap hari blog bermunculan. Bahkan ada Pesta Blogger. Orang beramai-ramai komentar di blog, terutama blogger-blogger terkenal, meskipun setelah dikasih komentar si empunya blog hampir nggak pernah membalas komentar tersebut.  Alias cuek beybeh.

Semua gara-gara Facebook. Apakah ini trend sesaat? Jangan-jangan iya. Saya teringat jaman Friendster berjaya beberapa tahun lalu. Hebohnya hampir sama dengan Facebook seperti sekarang ini. Bedanya dulu belum eranya Blackberry dan user hampir semuanya mengakses lewat internet, terutama internet kantor? :)

Ya iyalah.. jaman segitu kan belum ada Fastnet yang nawarin unlimited murah. Apalagi Telkomsel Flash. Yang ada ya… di kantor. Dibela-belain pulang malam buat internet di kantor ya hayuuuu aja.

Lama-lama bermain di Facebook ternyata bikin bosen juga ya.  Dulu punya blog karena pingin mengasah atau belajar menulis. Tetapi setelah jamannya Facebook, jadi males nulis. Nulisnya ya cuma di status aja. Padahal dengan menulis status di Facebook, terutama yang berkaitan dengan hal-hal pribadi buat saya menjadi kurang nyaman karena tidak ada privacy lagi.

Makanya saya hati-hati sekali menuliskan status di Facebook. Saya tidak ingin membiarkan orang lain tahu tentang saya 1oo%. Emang enak segala macem tentang kita diketahui oleh orang banyak? Masak berantem dengan pacar atau istri ditulis di status facebook. Nggak lucu…

Jadi kalaupun nulis status di Facebook, kalau ingin mendapatkan komen yang banyak ya…. tulis aja yang kira-kira agak kontroversial gitu. Jangan ya datar-datar aja. Tetapi tulis aja yang tidak berkaitan dengan hal pribadi. Misal tulis saja tentang Capres yang ada sekarang…. Misal tulis di status facebook: Tolak Pilpres Satu Putaran. Dengan situasi seperti sekarang ini status tersebut bisa memancing komen yang lumayan banyak.

Nggak percaya? Tulis saja Status itu tadi, Tolak Pilpres Satu Putaran. Ada yang berani?

Filed by taufan at June 27th, 2009 under Tak Berkategori
1 person have commented this post

June 24, 2009

Ketika Cinta Bertasbih 1, The Movie Review

Sebuah mega film yang ditunggu jutaan penonton? Menurut saya iya. Terlepas dari kualitas film itu sendiri, jutaan pembaca Novel KCB 1 & 2 saya rasa ingin melihat bagaimana jika novel tersebut diangkat menjadi sebuah film.

Akankah seperti novel pendahulunya, Ayat-Ayat Cinta, yang ditonton jutaan penonton tetapi sejujurnya menurut saya cukup mengecewakan. Baik itu penafsiran sang sutradara terhadap novel tersebut dan menjadikannya bahasa gambar ataupun pemilihan pemeran film tersebut yang menurut saya jauh dari pas dari gambaran penonton.

Film KCB, telah membawa saya kembali berkunjung ke gedung bioskop. Sebelumnya hanya Ayat-Ayat Cinta. Padahal dahulu hampir setiap minggu saya melihat film di bioskop. Tetapi makin lama karena pertimbangan banyak hal, kunjungan saya ke bioskop menurun drastis bahkan boleh dibilang berhenti total.

Ayat-Ayat Cinta lah yang membawa saya kembali. Laskar Pelangi? Nggak tuh.. Bukan apa-apa, lha wong bukunya saja saya coba baca selalu gagal untuk menyelesaikan. Bahkan sampai 3x saya coba baca. Tetap saja sampai tengah, saya tutup. Begitupun kelanjutannya, bernasib sama. Kalau sudah begitu, apa perlu saya lanjutkan melihat filmnya?

Film KCB sendiri menurut saya hampir sama dengan Novel KCB 1, serba nanggung ceritanya. Konfliknya kurang bisa membawa ke klimaks. Jadi perasaan saya kok datar saja ya. Jawabannya ya karena di akhir film KCB 1 ini ada To Be Continued . Jadi memang lebih seru di Film KCB 2 nanti deh.

Mengenai akting pemerannya, bagus untuk ukuran pendatang baru. Terlebih kalau cuma dibandingkan artis sinetron yang berseliweran di TV. Ini jauh lebih bagus. Meskipun masih banyak kekurangan di sana sini. Terlihat kurang alamiah di beberapa scene. Untung tertolong akting artis senior, yang cukup mengangkat mental para pendatang baru itu.

Sebelum saya datang ke bioskop, saya yakin film ini akan lebih bagus dibandingkan Ayat-Ayat Cinta. Kenapa? Ada tiga faktor yang meyakinkan saya yakni, Chaerul Umam, Imam Tantowi, dan Kang Abik sendiri.  Dua yang pertama tidaklah kelas jika dibandingkan dengan Hanung. Guru dan murid lah. Sedangkan Kang Abik jelas, sebagai pemilik cerita memberi keyakinan pada saya bahwa penafsiran dari buku ke gambar akan tetap terjaga penyampaian misi dakwahnya.

Satu hal yang dilupakan oleh Hanung di Ayat-Ayat Cinta

Filed by taufan at June 24th, 2009 under Tak Berkategori and tagged
7 persons have commented this post

June 21, 2009

Rahasia Wanita buat Pria

Judulnya sensasional banget kedengarannya ya? :) Habis saya bingung mau ngasih judul apa. Apa sih yang membuat seorang wanita itu tergila-gila dengan seorang pria?

Rahasianya sih nggak jauh-jauh dari rumus lama, yakni Harta dan Tahta.

Masak sih? Lha terus kalau nggak itu memangnya apa lagi?

Wajah ngganteng? Halah… itu cuma enak buat dipandang sebentar doang sama cewek. Kayak kita, liat cewek cantik. Lama-lama juga bosen. Dan lagian, kita nggak bisa memilih wajah mau ngganteng apa nggak. Kita terima jadi dari Allah. Jadi  buat yang merasa wajahnya nggak ngganteng nggak usah kawatir. Banyak kok orang jelek [dalam definisi ngganteng secara umum] istrinya… cuanntik luar biasa.

Harta dan Tahta ibarat kata sekali dayung dua pulau terlampaui. You punya tahta atau kuasa, niscaya Harta nggak susah untuk dimiliki. Dan percaya atau tidak, kala seorang lelaki punya kekuasaan plus harta, saat itulah aura nya terlihat menarik dimata wanita.

Ditambah lagi dengan semakin bertambahnya umur, ibarat santan, semakin lama semakin kental. Begitu juga lelaki, sudah punya power dan kaya lagi yang tadinya terlihat biasa tiba-tiba menjadi menarik luar biasa tanpa pergi ke dukun atau paranormal.

Masalahnya adalah bagaimana mendapatkan Tahta tersebut? Justru disitu kesulitannya. Dibutuhkan usaha yang keras dan ilmu yang luas untuk mendapatkannya. Tak sebatas ilmu sekolahan yang perlu dilahap tetapi juga ilmu dunia, dan pasti agama tentunya. Dari ilmu dan usaha  itulah seorang lelaki niscaya suatu saat akan mendapatkan power . Tahta disini bisa anda artikan secara luas. Kekuasaan akan suatu ilmu atau bidang, bisa disebut kekuasaan. Seorang olahragawan, atau ilmuwan jelas lebih punya tahta dibanding seorang pengangguran pastinya.

Saat Tahta telah direnggut, Harta tanpa perlu dikejar, akan mengejar kita dengan sendirinya. Berikutnya? Hehehe jelas wanita dong. Mana ada wanita yang menolak saat dihadapannya ada lelaki yang  mempunyai keduanya, Harta dan Tahta. Kalau sampai menolak, ya diambil wanita lain…

Filed by taufan at June 21st, 2009 under Tak Berkategori
2 persons have commented this post

April 27, 2009

Rahasia Dibalik Jodoh

Sulit mencari jodoh yang pas untuk pasangan hidup? Saran saya, nggak usah cemas dan takut. Kenapa saya bilang begitu? Karena saya mengalaminya sendiri.  Dan kesimpulannya adalah bener kata orang, Jodoh itu sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa.

Dulu saya sempet bingung, kok sepertinya nggak ada yang mau sama saya ya? Wajah ya..nggak jelek-jelek amat. Yang rate nya dibawah saya juga sepertinya mudah aja dapat cewek. Dari sisi ekonomi, kere juga nggak, kaya belum aja. Tapi kalau buat hidup ya.aa bisa lah. Tapi kok susah banget ya….

Ada aja alasan buat nolak. Yang nggak mau pacaran dulu lah, atau sudah punya pacar, dll. Tapi setelah sekian lama, akhirnya saya nemu juga jodoh yang ditunggu-tunggu. Kenal, dan tiga bulan berikutnya nikah. Sekarang sudah punya bontot 2. Laki perempuan.

Dan setelah menikah, sering dapat kabar, mantan cewek inceran yang dulu… ternyata banyak yang bermasalah. Macem-macem deh. Kebanyakan sih mereka susah hamil. Nggak tahu kenapa. Setelah nikah 5 tahun tetep aja belum hamil juga. Padahal nggak KB. Jadi mikir, bagaimana kalau dulu saya nikah sama mereka ya…?

Ada juga yang ternyata salah satu cewek inceran, ternyata bapaknya kena kasus korupsi. Waduuh. Terbayang bagaimana saya harus bersikap ke bapaknya seandainya saya dulu nikah sama dia ya? Terbayang kan, saya mewarisi harta korupsi.

Kalau sudah begini….. ya memang Jodoh itu sudah ada yang mengatur, bahkan sejak kita lahir ke dunia. Yang penting, tetap Istiqomah. Insya Allah.

 

Filed by taufan at April 27th, 2009 under Tak Berkategori and tagged , , ,
No comments on this post yet

Next Page »

Blogroll